IMPLEMENTASI APLIKASI SUDUT KELASKU DALAM UPAYA MEMAJUKAN KUALITAS PENDIDIKAN NEGARA
Pendidikan masyarakat di dalam negara ini tentunya sangatlah penting demi meciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing dengan negara lain. Namun penyebaran pesat pendidikan tak di imbangi dengan kemampuan para pengajar dalam mengajar para peserta didiknya. Hal itu di tambah dengan banyaknya jumlah peserta didik dalam suatu kelas yang akan sulit di tangani sendiri oleh seorang pengajar, sehingga materi ataupun pesan yang disampaikan sulit untuk diterima sebagian pelajar. Sebagai dampaknya, pelajar akan kesulitan untuk mengikuti materi dan ilmu yang disampaikan ketika berada didalam kelas, hasilnya ialah ilmu pengetahuan dan pendidikan yang diberikan akan terlambat masuk dalam diri pelajar. Tentunya akan mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia negara di masa depan untuk dapat bersaing di era globalisasi serta kurangnya kesadaran untuk ikut serta dalam bela negara. Oleh karena itu disinilah perlunya peran teknologi tepat guna dalam membantu pekerjaan manusia dan memudahkannya. Dengan begitu akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan ikut serta dalam melaksanakan bela negara melalui riset dan perkembangan inovasi teknologi untuk memajukan dunia pendidikan.
Maka dari itulah, program aplikasi seperti Sudut Kelasku dapat tercipta. Tentunya penulisan ini di butuhkan untuk memahami dan mengetahui apa saja yang dapat membantu penyelesaian masalah dalam implementasi melalui teknologi tepat guna untuk membantu memajukan bangsa dan turut serta dalam mengikuti bela negara. Tujuan dibuatnya penulisan ini ialah supaya dapat mengerti upaya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mengatasi masalah di dunia pendidikan demi menciptakan dan memajukan daya saing sumber daya manusia agar memiliki skill dan kreatifitas dalam membangun negaranya di masa depan.
Teknologi tepat guna dibuat agar dapat berfungsi dengan tepat dan baik sebagai inovasi dan alternatif dalam membantu menyelesaikan masalah. Berbagai teknologi yang diterapkan untuk mendukung aktivitas serta kebutuhan manusia menjadikannya tak dapat lepas dengan yang namanya teknologi. Dalam hal komunikasi, manusia membutuhkan media yang tepat apabila kesulitan dalam menyampaikan sebuah pesan pada suatu individu ataupun kelompok. Karena dengan adanya komunikasi yang terjalin, manusia dapat saling mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Sehingga membuat kehidupan menjadi lebih terbantudengan adanya informasi atau pesan yang masuk. Hal ini dikarenakan sejatinya manusia ialah mahkluk yang rasional dan tidak dapat lepas dengan yang namanya komunikasi.
Pemanfaatan dari kegunaan Teknologi tepat guna menciptakan berbagai kemudahan, salah satunya dalam bidang berkomunikasi. Banyak program maupun aplikasi yang dibuat demi memudahkan kehidupan berkomunikasi masyarakat melalui jejaring sosial ataupun internet. Hal ini menciptakan media kepada khalayak untuk mengirim pesan ke suatu kelompok masyarakat atau individu agar dapat dengan mudah tersampaikan tanpa melalui tatp muka atau bertemu secara langsung. Teori Uses and Gratification yang dikemukakan oleh Herbert Blummer dan Elihu Katz berasumsi bahwa Khalayak dianggap aktif; sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Motif dari kebutuhan dalam menggunakan media adalah information (kebutuhan akan informasi dari lingkungan sekitar), personal identity (kebutuhan untuk menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan seseorang), integration and social interaction (dorongan untuk menggunakan media dalam rangka melanggengkan hubungan dengan individu lain), entertainment (kebutuhan untuk melepaskan diri dari ketegangan dan menghibur diri. Kemudian proses internal dalam mencari gratifikasi yang dijelaskan oleh Kim dan Rubin terdiri dari Proses seleksi (selectivity). Gratifikasi yang diinginkannya akan disesuaikan dengan media yang akan digunakannya. Proses memperhatikan (attention). Pada proses ini, individu khalayak akan mengalokasikan usaha kognitifnya untuk mengkonsumsi media. Proses keterlibatan (involvement). Pada proses ini seorang khalayak akan terlibat lebih dalam secara personal dengan media tersebut, bahkan juga memiliki “hubungan spesial” dengan karakter media tersebut.
Teknologi tepat guna yang dibuat dalam basis aplikasi Sudut Kelasku ialah hasil dari perpaduan antara kreatifitas dan inovasi dalam memberikan alternatif suatu permasalahan yang berhubungan dengan komunikasi. Melalui Sudut Kelasku ini, memiliki fungsi untuk membantu para pelajar dalam mendapatkan bimbingan belajar apabila menagalami kesulitan dalam memhami materi yang ada pada kelas. Sistem kerja dari aplikasi ini berupa bimbingan belajar yang diberikan secara privat yang dapat memanfaatkan para guru honorer dalam menambah penghasilan. Guru bisa datang langsung menuju ketempat para murid untuk mendapatkan tambahan belajar. Aplikasi ini juga mengikuti perkembangan digital berupa pemberian materi dalam bentuk video yang nanti bisa diunduh oleh pelajar dirumah masing-masing, jadi materi yang didapatkan dapat dipelajari sesuka hati dalam waktu kapanpun. Melalui penerapan ini, tentunya mendorong dan membantu negara dalam memajukan dunia pendidikan. Tak hanya itu saja, pengembangan serta pembuatan ini disertai riset yang akan berguna kedepannya. Sesuai dengan yang disampaikan pada Undang-undang bahwa seluruh warga negara berhak dan wajib untuk melaksanakan bela negara. Bela negara tak hanya dilakukan melalui kekuatan militer, namun bisa dilakukan sesuai denga profesi dan peran saat ini. Sebagai mahasiswa dapat di implementasikan melalui riset dan belajar serta menerapkan inovasi dalam pengembangan berbagai bidang demi mewujudkan negara yang maju dan sesuai dengan ideologi pancasila.
Patut disadari sepenuhnya bahwa kesadaran bela negara bukanlah sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya dalam diri setiap warga negara. Diperlukan upaya-upaya sadar dan terencana secara matang untuk menanamkan dalam diri warga negara landasan dan nilai-nilai bela negara sebagai berikut, yaitu : (a). cinta terhadap tanah air, (b).sadar berbangsa dan bernegara, (c). yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara dan (d). rela berkorban untuk bangsa dan negara Indonesia serta (e). memiliki kemampuan awal bela negara. Kelima nilai dasar bela negara hendaknya dipandang sebagai keutamaankeutamaan hidup yang harus dihayati oleh para warga negara pada semua lapisan. Demikan pendidikan dipandang sebagai jalan atau sarana yang paling tepat untuk menyadarkan para warga negara akan pentingnya nilai-nilai bela negara. Karena sebagai sarana penyadaran (konsientisasi), pendidikan menerangi cipta (akal), menggugah dan menghangatkan rasa (emosi), dan memperteguh karsa (kehendak) para warga negara sehingga mereka memiliki rasa-memiliki (sense of belonging), rasa tanggung jawab 5 (sense of responsibility) dan komitmen yang tinggi terhadap nasib bangsa dan negaranya. “Outcome” atau hasil yang diharapkan dari pendidikan kesadaran bela negara adalah warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya membela negara, dan yang mampu menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.
Melalui pembuatan teknologi tepat guna, akan memberikan alternatif dan inovasi yang berasal dari pemanfaatan barang atau bahan yang dianggap limbah maupun sampah yang sudah tak bernilai menjadi memiliki fungsi lain yang berguna. Pendidikan masyarakat di dalam negara ini tentunya sangatlah penting demi meciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing dengan negara lain.. Motif dari kebutuhan dalam menggunakan media adalah information (kebutuhan akan informasi dari lingkungan sekitar), personal identity (kebutuhan untuk menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan seseorang), integration and social interaction (dorongan untuk menggunakan media dalam rangka melanggengkan hubungan dengan individu lain), entertainment (kebutuhan untuk melepaskan diri dari ketegangan dan menghibur diri.
Teknologi tepat guna yang dibuat dalam basis aplikasi Sudut Kelasku ialah hasil dari perpaduan antara kreatifitas dan inovasi dalam memberikan alternatif suatu permasalahan yang berhubungan dengan komunikasi. Sebagai mahasiswa dapat di implementasikan melalui riset dan belajar serta menerapkan inovasi dalam pengembangan berbagai bidang demi mewujudkan negara yang maju dan sesuai dengan ideologi pancasila.Karena sebagai sarana penyadaran (konsientisasi), pendidikan menerangi cipta (akal), menggugah dan menghangatkan rasa (emosi), dan memperteguh karsa (kehendak) para warga negara sehingga mereka memiliki rasa-memiliki (sense of belonging), rasa tanggung jawab 5 (sense of responsibility) dan komitmen yang tinggi terhadap nasib bangsa dan negaranya.“Outcome” atau hasil yang diharapkan dari pendidikan kesadaran bela negara adalah warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya membela negara, dan yang mampu menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.

Komentar
Posting Komentar